Rabu, 17 Februari 2010

MENGAPA MENYELIDIKI KEBANGKITAN YESUS

MENGAPA MENYELIDIKI PASKAH ? (KEBANGKITAN YESUS)

Bagaimana jika ada Tuhan ?

Bagaimana jika ada rencana ilahi bagi umat manusia?

Bagaimana jika jiwa atau roh seseorang ada untuk selamanya?

Bagaimana jika ada sorga dan neraka?

Bagaimana jika ultimatum Alkitab akan sorga dan neraka benar?

Bagaimana jika berkomitmen kepada Yesus merupakan satu-satunya jawaban untuk mencapai sorga?

Apabila semua ini benar, maka memahami dan menerima rencana Tuhan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Lebih penting dari liburan berikutnya. Bahkan lebih penting daripada slip gaji berikutnya. Dan pilihan kita yang berkenaan dengan rencana itu akan mempengaruhi kita selamanya. Itu merupakan pilihan yang dapat membawa sukacita sejati di bumi ini. Pilihan yang dapat berarti “tak ada lagi penderitaan dan tak ada lagi air mata” selamanya, Atau pilihan yang akan membawa pada kengerian abadi.

Akankah Tuhan mengharapkan kita menerima rencana-Nya berdasarkan iman ? Ya dan tidak, karena sejarah tak akan pernah dapat “terbukti”. Sebaliknya, bukti merupakan satu-satunya dasar untuk memverifikasi fakta sejarah. Apakah ada bukti untuk kebangkitan Yesus ? Tentu saja. Ada jauh lebih banyak bukti untuk kebangkitan Yesus daripada untuk peristiwa lain apapun dalam sejarah dunia.

Jumat, 11 Desember 2009

Sekapur Sirih

“Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan investigasi yang dilakukan para ahli sejarah dilarang atau dibelokkan … Seseorang harus mempertahankan hak-hak dari metodologi dasar sejarah.” - Maxime Rodhinson

Agama Islam adalah agama yang pesat kemajuannya dengan jumlah pemeluknya ± 1,3 milyar orang. Mereka yang memeluk agama Islam disebut sebagai orang Muslim. Pendiri agama Islam adalah Muhammad bin Abdullah. Sejarah penyebaran agama ini dari mula-mula sampai akhir abad ke-19 adalah melalui perjuangan hingga kepada kekerasan dan peperangan-peperangan. Sejarah memperlihatkan bahwa bangsa atau suku bangsa yang dikalahkan oleh pendudukan Islam dipaksa memeluk agama Islam, diusir atau hilang nyawanya. Nabi Muhammad berkata terus terang: “Aku dimenangkan melalui teror” (Bukhari 4.52-220).Sebuah pengakuan jujur bahwa prestasi dan warisan “kemenangan” Islam tidak tegak tanpa pedang.

Serba Onar

Setelah serangan 9/11 ada seorang ibu “kafir” Amerika yang bercerita bahwa ia mempunyai seorang putra 23 tahun, telah masuk Islam dan menikah dengan seorang muslimah.Sekarang mereka telah mempunyai seorang bayi. Putranya ingin pergi ke Afganistan untuk bertempur bersama Taliban membunuhi tentara Amerika dan siap mati sebagai sahid. Ibu itu mengatakan putranya pernah berkata, apabila Islam menguasai Amerika dia tidak ragu lagi untuk memancung kepala para kafir termasuk ibunya, jika perintah untuk membunuh kafir dikumandangkan.

Muhammad Ali al-Ayed 23 tahun putra jutawan Arab Saudi tinggal di Amerika Serikat.Pada saat petang bulan Agustus 2003 dia mengundang kawannya seorang Yahudi Maroko bernama Sellouk untuk bertemu. Keduanya minum di sebuah bar lalu pergi ke apartemen Al-Ayed sekitar tengah malam. Al-Ayed tiba-tiba mengambil pisau dan menusuk kawan Yahudi sampai bagian tubuh kawannya hampir terpisah.Rekan sekamar Al-Ayed berkata kepada polisi bahwa “kedua orang itu tidak berdebat sebelum akhirnya Al-Ayed membunuh Sellouk”. Alasan pembunuhan itu adalah perbedaan agama, demikian kata pengacara Al-Ayed.

Muhammad Taheri-azar 25 tahun keturunan Iran, lulusan University of North Carolina. Suatu hari pada bulan Maret 2006, dia menyewa sebuah jip dan mengendarainya pelan-pelan ke dalam kampus University of North Carolina.
Lalu tiba-tiba dia menginjak gas menabrak sekelompok mahasiswa dengan tujuan membunuh sebanyak mungkin orang. Dia menabrak 9 orang dan melukai parah 6 orang.

Zaman Sebelum Muhammad

Pada zaman jahiliyah yaitu sebelum Muhammad lahir, sebagian besar bangsa Arab menyembah patung-patung dan batu-batu berhala dan mereka juga menyembelih hewan-hewan kurban dihadapan patung-patung berhala itu. Pada waktu itu bangsa Arab hidup bersuku-suku (kabilah-kabilah) dan berdiri sendiri dan saling bermusuhan, setiap sengketa yang timbul mereka serahkan penyelesaiannya kepada pemimpin kabilah mereka.

Dasar hubungan dalam kabilah adalah pertalian darah. Rasa kesukuan (ashabiyah) amat kuat dan mendalam sehingga bila terjadi salah seorang diantara mereka teraniaya maka seluruh anggota kabilah akan bangkit membelanya.

Ada berbagai macam agama di Arabia, ada suku penganut Yudaisme, Kristen, Zoroastria, Sabean (agama yang percaya satu Tuhan, sekarang sudah musnah) dll. Para penganut agama-agama ini bebas melakukan ibadah agamanya. Ada pula nabi-nabi lain yang bebas berkhotbah tentang agamanya. Ada pertemuan-pertemuan rutin di Okaz dan kota-kota lainnya yang membicarakan secara terbuka masalah-masalah keagamaan, kotbah dan adu syair. Tidak ada masalah. Sikap tidak toleran terhadap kepercayaan lain di Arabia hanya bermula dari Islam.

Kelahiran dan masa kecil Muhammad

Pada tahun 570 M di Mekah lahirlah seorang anak laki-laki dari ayahnya yang bernama Abd Allah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abd Munaf bin Qusai bin Kilab bin Murra bin Ka’b bin Lu’ayy bin Ghalib bin Fahd bin Malik bin Al-Nadr bin Kinana bin Khuzaima bin Mudraka bin Elias bin Mudar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Dikatakan oleh sebagian pakar Islam bahwa Adnan adalah salah satu dari anak Ismail, namun hal ini tidak dapat dipastikan oleh sarjana-sarjana Muslim. Malahaan Ibn Abbas melaporkan:
“Antara Adnan dan Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui” (Al-Sira al-Nabawiyya, by Ibn Kathir).

Yang menarik pula adalah fakta bahwa asal usul Muhammad justru mempunyai garis keturunan Yahudi karena Mudraka bin Elias bin Mudar adalah seorang Yahudi dari suku Gad. (Dicatat oleh Al-Tabari dan Imam As-Suheili, yang dianggap sebagai sarjana-sarjana Muslim yang hebat).

Ibunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin Zurah bin Kilab bin Murah. Dengan demikian ayah dan ibu Muhammad masih satu keturunan. Waktu Aminah hamil tiga bulan Abdullah meninggal. Waktu Muhammad berusia lima tahun, Aminah meninggal. Waktu Muhammad lahir ia dibawa kakeknya Abdul Muthalib ke kaki Ka’bah dan disana bayi itu diberi nama Muhammad (berarti yang terpuji). Meskipun Muhammad anak laki-laki Aminah satu-satunya, setelah Muhammad lahir dia diserahkan kepada Thueiba, pelayan dari paman Muhammad yang bernama Abu Lahab (orang yang sama yang dikutukinya dalam Quran sura 111, sekalian juga dengan istrinya). Tetapi kemudian Aminah menyerahkan Muhammad kepada Halimah seorang wanita Bedouin untuk dibesarkan di padang pasir, kala itu Muhammad berusia 6 bulan.

Turunnya Wahyu Kepada Muhammad

Di dalam Mukadimah Al Qur’an terbitan Departemen Agama, disebutkan bahwa:
Wahyu datang seperti suara lonceng, yaitu gemerincingnya lonceng. Ini dirasakan amat berat oleh Muhammad. Keningnya banyak berkeringat, sekalipun pada musim dingin. Kadang -kadang wahyu datang ketika Muhammad sedang naik unta. Saat wahyu turun nabi seperti menderita demam yang keras, menggigil. Setelah gejala-gejala ini maka keadaannya baru bisa kembali seperti biasa.

Disamping itu semua, hadits-hadits juga menyebutkan sebagai berikut:
a. Ketika wahyu selesai turun, maka nabi bersimbah peluh walaupun hari amat dingin (HSB no.3).
b. Nabi cemas akan dirinya, dan rasa ketakutan.
c. Nabi jatuh ke tanah tak sadarkan diri, dengan ke dua mata melotot menghadap ke langit.
d. Umar bertanya, nabi diam seketika, dan ketika itu wahyu
turun.
Umar memberi isyarat kepada Ya’ala, lalu ia datang mendekat. Lalu nabi diselubungi dengan kain, kepalanya dimasukkan ke dalam selubung itu. Kelihatan muka nabi merah dan beliau seperti mendengkur. (HSB 799).
e. Ketika wahyu terhenti, Muhammad sangat sedih dan cemas akan dirinya. Lalu pergi ke puncak bukit untuk menjatuhkan dirinya. Hal ini dilakukan berkali-kali, tetapi selalu dihalangi oleh Jibril. (HSB 1846).