Kamis, 10 Desember 2009

Penembakan di Fort Hood Texas

Pada tanggal 5-11-2009, seorang dokter psikiater tentara Amerika Serikat, Mayor Nidal Malik Hasan telah menembak mati 13 orang dan melukai 30 orang lainnya di Fort Hood Texas, 12 orang korban adalah tentara Amerika dan 1 orang karyawan sipil.

Pada saat serangan dimulai Hasan melompat keatas meja dan meneriakkan “Allahu Akbar”, kemudian memuntahkan 100 peluru dari dua buah pistol yaitu FN 57 semi otomatis dan Magnum 357 Smith&Wesson yang telah dibelinya dari sebuah toko senjata api swasta. Dia mengisi kantung-kantung pakaiannya dengan magazin-magazin yang penuh berisi peluru.
Dua orang polisi yaitu Sersan wanita Kimberley Munley dan Sersan Mark Todd, yang dipanggil setelah kejadian berhasil melumpuhkan Hasan. Dalam tembak menembak, Sersan Munley terkena 3 tembakan sehingga terjatuh, sementara Hasan terkena tembakan sehingga pingsan, keduanya dibawa ke rumah sakit dan nyawanya dapat diselamatkan.

Anwar al Awlaki, imam mesjid Dar il Hijrah di Virginia memuji perbuatan Hasan yang membunuh tentara Amerika dan menyerukan agar orang-orang Muslim lainnya yang menjadi tentara Amerika mengikuti jejak Hasan.

Mayor Nidal Malik Hasan, 39 tahun adalah muslim keturunan Palestina, dilahirkan di Amerika, mendapat beasiswa sehingga menjadi dokter psikiater dan mendapat kebaikan-kebaikan lainnya dari Amerika, telah membalas semua kebaikan itu dengan membunuhi tentara Amerika. Ini sama dengan Islamist-islamist Inggris yang meledakkan kereta api bawah tanah di London, yang juga warga negara Inggris keturunan Pakistan.

Ini membuktikan bahwa Islamist tidak pernah berterima kasih kepada penolongnya, berapapun kebaikan itu diberikan kepadanya. Kesetiaan hanya kepada Islam walaupun itu bertentangan dengan hati nurani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar